kirimkan assalamualaikum kepada penerima
curahkan syukur hamba padanya
sampul putih hamba biar kotor tak apa
isinya utus; itu pertama
terutus rangkaian kata yang ringkas
tak pernah sehuruf pun harap dibalas
bacalah penerima; perenggan-perenggan
kugiran berlagu dalam coretan
apa lah sangat si hamba ini
terletaknya hanya bawah monarki
pencacai hangit; tengok pun geli
Bongkok tatkala penerima berdiri
maafkan hamba; itu saja yang mampu
kertas-kertas; janji dan lagu
kalaulah ikhlas itu barangan
hamba balut elok buat hantaran
tapi hamba miskin; hina dan dina
hidup hamba layak di kaki lima
tak kesah hamba hari-hari dikutuk
asalkan sampai utusan
Tertulisnya Untuk....
shah alam 7.03petang; 4 puasa.
4 ogos 2011
Thursday, August 4, 2011
Thursday, July 21, 2011
Untuk Kekasih Sebenar
Tak pernah penat
Tak pernah keluh
Jauh sekali mengungkit
setiap titik peluh.
Senyum walau susah
Tenang walau gundah
Risaunya pada aku
Dia susun satu persatu
Hati aku kecamuk
Senyumnya ungkai serabut
Tiba masa remuk
Namanya aku sebut.
Selalu aku leka
Dia nombor dua
Tak kesah; tak peduli
Dia sayang sampai mati.
Mak.
(2009)
Tak pernah keluh
Jauh sekali mengungkit
setiap titik peluh.
Senyum walau susah
Tenang walau gundah
Risaunya pada aku
Dia susun satu persatu
Hati aku kecamuk
Senyumnya ungkai serabut
Tiba masa remuk
Namanya aku sebut.
Selalu aku leka
Dia nombor dua
Tak kesah; tak peduli
Dia sayang sampai mati.
Mak.
(2009)
Friday, July 8, 2011
Tulisku
Tulisku ini tiada niat
Tulisku ini tiada istimewa
Tulisku ini tiada paksi
Mengerti?
Tulisanku ekspresi rasa yang aku dindingkan
Yang dalamnya satu kepompong
Dahulunya dibuai buaian dunia
Akibatnya dulu ia lena; tiada berubah menjadi rama - rama...
Kepompong sampai mati!
Bila bangun tersedar ia beluncas lagi,
Sedih, sedih.
Tapi kini tulisku bangun
Terkejut dek matang dunia bila buaian menghentak dinding
Dan sakitnya hentakan aku terasa
Bisanya mengubah
corak langkah
hayun tangan
pejam mata
gerak bibir
tutur kata
susun sindir.
Aku dewasa. Rama - rama.
11.42 pagi, 9 Julai 2011
Shah Alam.
*tatkala huru hara menghuni tanah air, aku terlampau sibuk mencari diri. penting diri, mungkin. ah persetankan.
Tulisku ini tiada istimewa
Tulisku ini tiada paksi
Mengerti?
Tulisanku ekspresi rasa yang aku dindingkan
Yang dalamnya satu kepompong
Dahulunya dibuai buaian dunia
Akibatnya dulu ia lena; tiada berubah menjadi rama - rama...
Kepompong sampai mati!
Bila bangun tersedar ia beluncas lagi,
Sedih, sedih.
Tapi kini tulisku bangun
Terkejut dek matang dunia bila buaian menghentak dinding
Dan sakitnya hentakan aku terasa
Bisanya mengubah
corak langkah
hayun tangan
pejam mata
gerak bibir
tutur kata
susun sindir.
Aku dewasa. Rama - rama.
11.42 pagi, 9 Julai 2011
Shah Alam.
*tatkala huru hara menghuni tanah air, aku terlampau sibuk mencari diri. penting diri, mungkin. ah persetankan.
Sunday, July 3, 2011
Bebaskan Aku
BEBASKAN AKU oleh FITERI SALIM
Terbang sayup kepak mengepak
Ku dengar jauh bebas ku jatuh
Untung Si Burung senjatakan bebas
Sial manusia bebas dikebas...
Apa malang?
Renung dek mata; telinga tercela
Dilihatnya kata didengarnya dusta
Bila Tak Tahu lemparkan tahi
tertutup kalimah suci didahi
dan kita tersenyum?
Berikan aku bebas dari ku
Berikan aku bebas dari ku
Sucikan aku
Hilangkan kotor
Jangan Benci
Jangan.
Aku cuma biasa.
6.15pm, 3 Julai 2011
Shah Alam.
Terbang sayup kepak mengepak
Ku dengar jauh bebas ku jatuh
Untung Si Burung senjatakan bebas
Sial manusia bebas dikebas...
Apa malang?
Renung dek mata; telinga tercela
Dilihatnya kata didengarnya dusta
Bila Tak Tahu lemparkan tahi
tertutup kalimah suci didahi
dan kita tersenyum?
Berikan aku bebas dari ku
Berikan aku bebas dari ku
Sucikan aku
Hilangkan kotor
Jangan Benci
Jangan.
Aku cuma biasa.
6.15pm, 3 Julai 2011
Shah Alam.
Friday, June 24, 2011
Morning
MORNING by FITERI SALIM
What is the difference?
Between hot and cold
Can one even describe?
As if it's a tale to be told
For the breeze brings sober
And tranquility one remember
Of past mistakes which linger
He brings to the future.
What should be given?
If nothing more is left
Anger and fury subside
And it's regret overnight
Shall we judge a judgement?
By another misleading torment
Or shall we leave and be free
Watching leaves fall from big trees
In this cold morning glee.
8.33am, 25 June 2011
Shah Alam.
What is the difference?
Between hot and cold
Can one even describe?
As if it's a tale to be told
For the breeze brings sober
And tranquility one remember
Of past mistakes which linger
He brings to the future.
What should be given?
If nothing more is left
Anger and fury subside
And it's regret overnight
Shall we judge a judgement?
By another misleading torment
Or shall we leave and be free
Watching leaves fall from big trees
In this cold morning glee.
8.33am, 25 June 2011
Shah Alam.
Wednesday, May 18, 2011
Gagal Dan Pulang
GAGAL DAN PULANG oleh FITERI SALIM
Gagal,
Sayang bertimbun tidak ku sangkal,
Ku telan muntah; tiada mual,
Kujilat ludah; gembira tertampal,
Jiwa yang resah; memori itu ku bual.
Dan aku kembali senyum.
Namun pari-pari hanya ilusi,
Namun manusia terbang hanya mimpi,
Namun pandang pertama hanya dongengan,
Namun sekuntum sajak hanya rekaan,
Aku tetap berteguh.
Sampai masa; suatu simpang,
Kanan dan kiri kulihat jurang,
Tak sanggup jatuh dan bergelumang,
Lalu ku patah ke jalan pulang.
Jalan pulang?
Mana jalan pulang.
Shah Alam, 19 Mei 2011.
Gagal,
Sayang bertimbun tidak ku sangkal,
Ku telan muntah; tiada mual,
Kujilat ludah; gembira tertampal,
Jiwa yang resah; memori itu ku bual.
Dan aku kembali senyum.
Namun pari-pari hanya ilusi,
Namun manusia terbang hanya mimpi,
Namun pandang pertama hanya dongengan,
Namun sekuntum sajak hanya rekaan,
Aku tetap berteguh.
Sampai masa; suatu simpang,
Kanan dan kiri kulihat jurang,
Tak sanggup jatuh dan bergelumang,
Lalu ku patah ke jalan pulang.
Jalan pulang?
Mana jalan pulang.
Shah Alam, 19 Mei 2011.
Wednesday, May 11, 2011
Suatu Layu
SUATU LAYU oleh FITERI SALIM
Suatu Layu dibuai laju,
Hiris angin kulihat ngilu,
Jiwa Sedih kutepis; debu,
Kucanang sayang tiada talu.
Serindit terbang aku tersengih,
Kulihat comel sayang kutagih,
Biar luruh sayangku ini,
Rela diri dariku mati.
Gurindam runtun aku sembunyi,
Cermin jatuh pecah tak bunyi,
Kupijak cebis, darah sendiri.
Jerit tak bunyi, darah pun henti.
Suatu Layu dibuai laju,
Hiris angin kulihat ngilu,
Jiwa Sedih kutepis; debu,
Kucanang sayang tiada talu.
Serindit terbang aku tersengih,
Kulihat comel sayang kutagih,
Biar luruh sayangku ini,
Rela diri dariku mati.
Gurindam runtun aku sembunyi,
Cermin jatuh pecah tak bunyi,
Kupijak cebis, darah sendiri.
Jerit tak bunyi, darah pun henti.
Subscribe to:
Posts (Atom)