Thursday, April 28, 2011

Perihal Si Leka

PERIHAL SI LEKA oleh FITERI SALIM


Wajah.
Senyum mu manis nya tahu gundah
Tawa mu sedih biarpun indah
Bibirmu tutur didengar nya madah.

Salah.
Dia yang salah
Dibiar nya gapai penuh lelah
Akhir kau jatuh tidak nya endah
Leka terleka hatimu punah.

Tahu.
Tolong tahu
Dia pun rasa kau rasa di kalbu
Dia pun jerit teriak si pilu
Dia pun biasa seperti kau aku.


Dia yang pergi sesuka hati
Ditinggal nya hati separuh mati
Dijajanya jiwa; kejam sekali
kejam sekali, dia pun pergi.



Thursday, April 7, 2011

Cerita Pungguk Hodoh Melihat Bulan

CERITA PUNGGUK HODOH MELIHAT BULAN oleh FITERI SALIM


Puisi apakah gerangannya ini?
Untuk si bulan rindu dibendung,
Terbang kosong di malam nan sunyi,
Mencari sebalik awan yang mendung.

Terbang Si Pungguk, ketawa Si Bulan,
Si Pungguk pun fikir;
Mungkinkah khayalan?
Hinggap di dahan, rindu nya ditahan,
Senyap dan sunyi; hanya cubaan.

Apalah sangat sejuk ke tulang?
Jika tanpamu;
disitu nya usang,
Apalah sangat Siang yang terang?
Jika tanpamu;
Hati tak tenang.

Pungguk hodoh pun tetap tertenggek,
Siul dilafaz didengarnya rengek,
Berlagu gurindam;
hati nya robek,
Irama sedih dikata nya asyik.


Peduli tidak Si Pungguk hodoh,
Jika tertidur; mungkin kan jatuh.
Peduli tidak kaki yang lenguh,
Asalkan pesanan tiada tertangguh.


Pungguk, pungguk,
Si Pungguk yang hodoh.
Tetap melihat bulan yang jauh.



Monday, March 28, 2011

Nota Buat Arwah

NOTA BUAT ARWAH oleh Fiteri Salim

Dansa ku kaku; sekaku beku,
Bagai keranda lalu; jiwaku sayu,
Namun senyum kulirik, melodi sayang kupetik ,
Bila kutemu tiap amal baikmu.

Hadiah baik syurga abadi;
Dengan izinNya, kau akan semadi,
Segenap hati; aku punya pasti,
Ke situlah tiap ibadah kau tersemi.

Ku kenang ku gamit ku peluk cium,
Setiap saat kulupa belum,
Ibarat dahaga yang perlu minum,
Ibarat mawar, budi kau kuntum.

Maafkan aku; seketika lalai,
Hinggakan kau pergi, tidak kulambai,
Maafkan aku kawan, sesalku tak sudah,
Terlalu hidup, hingga kau tak ku endah.

Ya tuhan, aku hamba yang lupa,
Akan Kau dan mereka yang patut kucinta.


Sunday, March 27, 2011

The Tale of A Fucked Up Tale

THE TALE OF A FUCKED UP TALE by Fiteri Salim



Love, they said; and let you be loved,
You'll walk better, against all curves,
But what about those with hearts of no one,
Loving actual life, from moon to the sun.

Kill all joys that colour your wall,
Kill them all, and let all 'em fall,
For this is the tale of one fucked up tale,
Who surrendered his life and put it on sale.

What is love for, if alone you are lonely?
What is love for, if its for everyone to see?
What is love for, if your real life's empty,
Love is a lot more, than about you and me.

A tale is not what we are made of,
Where false hopes and lies are nothing more than laughs,
Love is when you know; that one of your half,
Is yelling to the other, saying "it's not enough".

Let me be, I beg; on my knees,
Let me be, let it be ceased.


I Shall Follow

I SHALL FOLLOW by Fiteri Salim



A gig,
Such great gig,
Of beating hearts,
Pretending.

A show,
One fine show,
Feelings are cards,
Gambling.

This concert,
Of sight and smile.

This lullaby,
Of friendly lie,

This orchestra
Of fall then fly,


I shall follow,
and I shall follow.


A Goodnight Wish

A GOODNIGHT WISH by Fiteri Salim



It is cold, I’m cold,
This wilderness of love I can no longer hold,
This heart shrinks every time being told,
Of the fairy tale from a goodnight wish,
That you unfold.

No other words could fulfill this desire,
Which holds the ice together even in fire,
Love it is, I think, of you, no other,
Would you grant my wish this night?
I wonder.

Let me dream of a river and the tranquility flows,
Of the living and the dead and how memories grow,
At the end of the episode, you may whisper, slow,
The words that I long for,
Then let me go.


Pendendam

PENDENDAM oleh Fiteri Salim



Pendendam
Kau tahu apa yang lagi bisa dari bisa
Lagi hina dari noda
Lagi sakit dari luka

Lagi tajam dari pisau
Lagi pendam lagi risau
Dibuang sayang disimpan kacau

Refleks wajah lain dicermin
Senyum ku beri dipantulnya lain
Hati yang putih dihitamkan mungkin?

Raut tersengih hati berkata
Nantilah esok, engkau kan rasa
Setiap inci kesumat di jiwa.


Dendam.



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...